<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>        <rss version="2.0"
             xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
             xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
             xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
             xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
             xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
             xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
        <channel>
            <title>
									Forum Kapribaden - Recent Topics				            </title>
            <link>https://tanya.kapribaden.org/id/gg/</link>
            <description>Tempat Diskusi / Sarasehan sekaligus melatih semangat Gosok Ginosok meningkatkan Laku Kapribaden.</description>
            <language>en-GB</language>
            <lastBuildDate>Wed, 22 Apr 2026 15:33:54 +0000</lastBuildDate>
            <generator>wpForo</generator>
            <ttl>60</ttl>
							                    <item>
                        <title>Ziarah ke petilasan (makam) Romo M. Semono Sastrohadidjojo</title>
                        <link>https://tanya.kapribaden.org/id/gg/romo-m-semono-sastrohadidjojo-romo-herucokro-semono-1900-1981/ziarah-ke-petilasan-makam-romo-m-semono-sastrohadidjojo/</link>
                        <pubDate>Tue, 26 Aug 2025 02:44:28 +0000</pubDate>
                        <description><![CDATA[Pernahkan anda ziarah ke petilasan (makam) Romo M. Semono Sastrohadidjojo? Kapan?
&nbsp;Petilasan-Romo-M.-Semono-Sastrohadidjojo.jpg]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkan anda ziarah ke petilasan (makam) Romo M. Semono Sastrohadidjojo? Kapan?</p>
<div id="wpfa-1530" class="wpforo-attached-file"><a class="wpforo-default-attachment" href="//tanya.kapribaden.org/wp-content/uploads/wpforo/default_attachments/1756176268-Petilasan-Romo-M-Semono-Sastrohadidjojo.jpg" target="_blank" title="Petilasan-Romo-M.-Semono-Sastrohadidjojo.jpg"><i class="fas fa-paperclip"></i>&nbsp;Petilasan-Romo-M.-Semono-Sastrohadidjojo.jpg</a></div>]]></content:encoded>
						                            <category domain="https://tanya.kapribaden.org/id/gg/"></category>                        <dc:creator>Forum Admin</dc:creator>
                        <guid isPermaLink="true">https://tanya.kapribaden.org/id/gg/romo-m-semono-sastrohadidjojo-romo-herucokro-semono-1900-1981/ziarah-ke-petilasan-makam-romo-m-semono-sastrohadidjojo/</guid>
                    </item>
				                    <item>
                        <title>Sabdo GUYUB RUKUN</title>
                        <link>https://tanya.kapribaden.org/id/gg/gosok-ginosok/sabdo-guyub-rukun/</link>
                        <pubDate>Mon, 25 Aug 2025 22:24:55 +0000</pubDate>
                        <description><![CDATA[Sambutan Pinisepuh Paguyuban Penghayat KapribadenDalam peringatan Sabdo Guyub Rukun Tahun 2009MENYONGSONG ERA BARU PUTRO ROMODENGAN MEREALISASIKAN SABDO GUYUB RUKUNPara kadhang Putro Romo ya...]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[<p><span>Sambutan Pinisepuh Paguyuban Penghayat Kapribaden</span><br /><span>Dalam peringatan Sabdo Guyub Rukun Tahun 2009</span><br /><br /><br /><strong class="text-strong">MENYONGSONG ERA BARU PUTRO ROMO<br />DENGAN MEREALISASIKAN SABDO GUYUB RUKUN</strong><br /><br /><br /><span>Para kadhang Putro Romo yang saya tresnani,</span><br /><span>Memperingati Sabdo Guyub Rukun, maka kita perlu mengingat latar belakang tumurunnya Sabdo tersebut. Secara singkat pada saat itu, dimulai saat ROMO Herucokro Semono paring Sabdo yang ditulis dengan huruf jawa (Sabdo Honocoroko) pada tanggal 29 April 1978 yang berbunyi “Romo mangestoni Putro Putro kudu ngakoni Putro Romo ”. Lalu Romo Semono paring “Tongkat Komando Galih Kelor” kepada Bp. Dr. Wahyono Raharjo GSW, MBA (Alm) dan Ibu Hartini Wahyono (sarimbit) disertai dawuh untuk membentuk paguyuban. Sejak saat itu ada beberapa Putro yang tidak bisa menerima hal tersebut lalu mulai memfitnah Dr. Wahyono sehingga para Putro terpecah dan saling curiga. Melihat kondisi tersebut, Dr. Wahyono kemudian mengembalikan “tongkat komando galih kelor” kepada Romo, tetapi ditolak oleh Romo dengan mengatakan bahwa itu sudah dikehendaki oleh Moho Suci jadi tidak bisa dikembalikan. Akhirnya dengan nyuwun pangestu dari Romo, Dr. Wahyono bersedia melaksanakan dawuh tersebut dengan segala konsekuensinya termasuk difitnah oleh para kadhangnya sendiri.</span><br /><br /><span>Untuk melaksanakan dawuh dan atas persetujuan Romo, maka kemudian dibentuklah Paguyuban Penghayat Kapribaden, dimana Romo Semono sendiri sebagai pendirinya. Adapun tujuan keberadaan Paguyuban Penghayat Kapribaden, adalah sebagai sarana/wadah bagi “raganya Putro” bukan “uripnya Putro” untuk melestarikan kemurnian Laku Kasampurnan Manunggal Kinantenan Sarwo Mijil (paringan ROMO Herucokro Semono) sekaligus sebagai sarana/wadah untuk saling asah asuh asih agar terjalin keguyub-rukunan Putro Putro Romo.</span><br /><br /><span>Sampai kemudian pada tanggal 25 Desember 1978 (8 bulan kemudian), saat Putro-putro sedang berkumpul di Purworejo, ROMO Herucokro Semono paring SABDO GUYUB RUKUN. Putro-putro yang sowan, didawuhi/diperintah untuk “Guyub Rukun bali koyo winginane” (Guyub Rukun kembali seperti sebelumnya). Sing ora gelem guyub rukun dipasrahake kanjeng ibu, tegese dadi mayit (yang tidak mau guyub rukun dipasrahkan kepada kanjeng ibu -bumi-, artinya jadi mayat).</span><br /><br /><span>Dalam Sabdo Guyub Rukun itu Romo juga memberikan penjelasan bahwa Putro-Putro didawuhi kumpul-kumpul nang endi wae sing jembar papane waton iklas olehe nyuguhi wedhang mengko ROMO sing tanggung. Untuk mewujudkan dawuh diatas sudah jelas sekali bahwa Romo tidak membenarkan Putro-Putro menyendiri, dengan dalih apapun. Lebih-lebih Romo pernah memberi petunjuk bahwa Putro-Putro tidak boleh hanya bersatu, tetapi harus menyatu. Guyub Rukun kekadhangan itu bukan grudak-gruduk kesana kemari bersama-sama, tetapi RANTE RINANTENE ROSO (menyatunya rasa) antara kadhang yang satu dengan yang lain.</span><br /><br /><span>Kita harus berani mengakui bahwa berat sekali melaksanakan Sabdo Guyub Rukun, karena nyatanya sampai dengan saat ini masih ada Putro Romo/kelompok Putro Romo yang masih belum bisa rukun dan masih suka golek benere dhewe-dhewe, bahkan masih ada yang tidak mau kumpul-kumpul dengan berbagai dalih. Tetapi apabila kita telah percaya dan memilih laku sebagai Putro ROMO dalam nggayuh kasampurnaning urip (mencapai kasampurnan hidup), maka tidak ada jalan lain, kita wajib melaksanakan dan mewujudkan sabdo-sabdo ROMO, termasuk Sabdo Guyub Rukun.</span><br /><br /><span>Oleh karena itu, kepada seluruh kadhang Putro ROMO Herucokro Semono, baik kadhang lama maupun kadhang baru, saya menghimbau :</span><br /><span>1. Marilah kita wujudkan Sabdo-sabdo ROMO termasuk Sabdo Guyub Rukun agar Putro-Putro Guyub Rukun bali koyo winginane (guyub rukun kembali seperti sebelumnya). Marilah kita hapuskan kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa, perbedaan pendapat dan tafsir serta perselisihan-perselisihan yang pernah terjadi diantara para kadhang selama ini. Marilah kita tidak lagi memikirkan maupun membicarakan masa lalu dan bersedia menjadi kadhang-kadhang baru yang bertekad untuk melaksanakan Sabdo Guyub Rukun.</span><br /><br /><span>2. Marilah kita melihat kenyataanya saat ini, bahwa keberadaan Paguyuban Penghayat Kapribaden yang telah sah secara hukum di Indonesia, ternyata makin dirasakan manfaatnya oleh Putro Putro Romo dimanapun berada. Apalagi dengan kemajuan teknologi informasi internet, maka keberadaan Paguyuban semakin diketahui secara luas sehingga dapat memberikan informasi-informasi mengenai wulang wuruk Romo Herucokro Semono dan memberikan kesempatan untuk saling berbagi pengalaman menjalani Laku (gosok ginosok) tanpa batas ruang dan waktu, serta telah dapat mempertemukan para kadhang Putro Romo dari berbagai daerah dan berbagai belahan dunia. Semua itu dilakukan oleh Paguyuban Penghayat Kapribaden sebagai upaya untuk melestarikan Laku Kasampurnan.</span><br /><br /><span>3. Marilah kita menyiapkan diri untuk menghadapi segala tantangan dalam melaksanakan Sabdho Guyub Rukun, baik tantangan dari diri sendiri, yaitu melawan EGO/keakuan kita masing-masing, maupun tantangan dari luar (pihak2 yang tidak suka). Hadapi semua tantangan dengan tekad menjalani laku kasampurnan dengan sungguh-sungguh sehingga kita pantas menjadi Putro Romo sesuai kekudangannya.</span><br /><br /><span>MENGAKHIRI SAMBUTAN SAYA INI, MAKA SAYA BERHARAP, AGAR SELURUH PUTRO ROMO BERSEDIA MEMBUKA DIRI UNTUK SALING MENERIMA DAN MENYATUKAN RASA UNTUK MENYONGSONG ERA BARU PUTRO ROMO DENGAN MEREALISASIKAN SABDO GUYUB RUKUN, SEHINGGA KEGUYUB-RUKUNAN PARA PUTRO ROMO DAPAT DIRASAKAN SECARA NYATA OLEH PARA KADHANG PUTRO ROMO SENDIRI, DAN BAGI MASYARAKAT DISEKITARNYA -DIMANAPUN PUTRO-PUTRO ROMO BERADA- KARENA PUTRO ROMO PANTAS MENJADI PANUTAN DAN MAHANANI TENTERAM.</span><br /><span>TEGUH RAHAYU SELAMET</span><br /><br /><span>Jakarta, 24 malam 25 Desember 2009</span><br /><span>Ttd</span><br /><span>Hartini Wahyono</span></p>]]></content:encoded>
						                            <category domain="https://tanya.kapribaden.org/id/gg/"></category>                        <dc:creator>Forum Admin</dc:creator>
                        <guid isPermaLink="true">https://tanya.kapribaden.org/id/gg/gosok-ginosok/sabdo-guyub-rukun/</guid>
                    </item>
							        </channel>
        </rss>
		